Minggu, 21 Oktober 2018

Masalah yang berkaitan Ilmu Sosial Budaya


PENGANGGURAN DI INDONESIA

Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan jumlah pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang dari 128,06 juta orang angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja ini bertambah 2,62 juta orang dibanding Agustus tahun lalu yang sebanyak 125,44 juta orang.

Adapun jika dihitung, angka pengangguran pada Agustus 2017 ini meningkat sekitar 10.000 orang jika dari total angkatan kerja pada Agustus 2016 yang mencapai 125,44 juta orang. Meski demikian, secara persentase angka tingkat pengangguran turun di mana pada Agustus tahun lalu 5,61%, dan pada Agustus 2017 menjadi 5,50%.

Jika dihitung lebih rinci lagi, pengangguran pada Agustus 2016 dari total angkatan kerja yang mencapai 125,44 juta orang, angka penganggurannya 5,61% atau 7,03 juta orang. Sedangkan pada Agustus 2017 jumlah angkatan kerja 128,06 juta dengan pengangguran 5,50% atau 7,04 juta orang.

Shuariyanto mengatakan, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 192,08 juta orang, di mana 128,06 juta orang merupakan angkatan kerja dan yang bekerja sebanyak 121,02 juta orang atau 7,04 juta orang pengangguran.

Angkatan kerja merupakan masyarakat yang tergolong di usia yang siap bekerja. Pada Agustus 2017 terdapat 192,08 juta orang yang masuk sebagai penduduk usia kerja. Dari total itu, terdapat 128,06 juta orang angkatan kerja dan 64,02 juta bukan angkatan kerja.

"TPT pada Agustus 2016 ke Agustus 2017 turun dari 5,61% ke 5,50%, tapi angka absolutnya naik sedikit 10 ribu, bisa dibayangkan dalam setahun itu jumlah angkatan kerja yang masuk adalah 3 juta, kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Pria yang diakrab disapa Kecuk ini menyebutkan, dari angkatan kerja yang jumlahnya 128,06 juta orang ini, sebanyak 121,02 juta merupakan pekerja, dan 7,04 juta orang merupakan pengangguran.

"Struktur tenaga kerjanya ini menunjukkan dari total berusia kerja 192,08 juta, 128,06 juta angkatan kerja, 64,02 juta bukan angkatan kerja, dari angkatan kerja 121,02 juta dan yang nganggur 7,04 juta orang," tambah dia.

Dia merinci, dari 121,02 juta orang yang bekerja pada Agustus 2017, sekitar 87,20 juta orang merupakan pekerja penuh, 24,68 juta orang pekerja paruh waktu, dan 9,14 juta orang setengah menganggur.


Menurut saya sebagai mahasiswa seharusnya penduduk Indonesia selain mempunyai mental untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, juga harus berpikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang nantinya akan mengurangi bahkan menghapus angka pengangguran. Karena di negara ini sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan bahkan gelar S1 pun masih rumit dalam hal mencari pekerjaan. Selain itu juga, akan lebih baik jika kualitas pendidikan di Indonesia dinaikkan agar menciptakan banyak calon pekerja yang kompeten dan professional yang dapat bekerja di luar negeri, yang nantinya dapat memajukan ekonomi bangsa Indonesia melalui VISA negara.



Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3715236/pengangguran-di-ri-bertambah-10000-jadi-704-juta-orang



Definisi, Tujuan, dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar


             Halo para pengunjung blog, ini merupakan pertama kalinya saya memublikasikan sebuah informasi didalam blog saya. Untuk postingan pertama ini saya ingin memberi anda informasi mengenai Ilmu Sosial Dasar.

             Sebelum kita mengetahui apa itu Ilmu Sosial Dasar, baik dari segi definisi, tujuan, maupun ruang lingkupnya. Saya ingin memberi informasi terlebih dahulu, Ilmu Sosial Dasar merupakan mata kuliah analisis atas aneka fenomena sosial masyarakat dengan segala dinamika dan implikasinya dari sudut pandang kajian dasar falsafah keilmuan.


1. Definisi Ilmu Sosial Dasar
     
        Menurut beberapa buku yang saya baca, saya menemukan tiga definisi dari beberapa tokoh tentang Ilmu Sosial Dasar :
  1. Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah menelaah masalah sosial, khususnya masalah masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmu sosial [ A.W. Widjaja 1986, buku Ilmu Sosial Dasar, Pedoman Pokok Pokok Bahasan dan Satuan Acara Perkuliahan Mata Kuliah Dasar Umum, CV. Akademika Presindo, Jakarta],
  2. Ilmu Sosial Dasar adalah gabungan dari disiplin ilmu ilmu sosial yang digunakan sebagai pendekatan, dan sekaligus sebagai sarana jalan keluar terhadap pemecahan masalah sosial [ Drs. Riswandi 1992, buku Ilmu Sosial Dasar Dalam Tanya Jawab, Ghalia Indonesia, Jakarta],
  3. Ilmu Sosial Dasar adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di perguruan tinggi, pengembangan ilmu sosial dasar ini sejalan dengan realisasi pengembangan ide, dan pembaruan sistem pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif [ Drs.H.Abu Ahmadi, 1991, buku Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta].  
      Dari ketiga tokoh yang telah menjelaskan definisi Ilmu Sosial Dasar tersebut dapat disimpulkan bahwa Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu yang menelaah menelaah masalah sosial, khususnya masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian dari berbagai bidang sebagai sarana jalan keluar terhadap pemecahan masalah sosial.


2. Tujuan dari Ilmu Sosial Dasar

       Selain mempunyai definisi, Ilmu Sosial Dasar juga mempunyai tujuan, menurut buku yang saya baca antara lain :
  1. Membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan penalaran yang lebih luas, dan ciri ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap mahasiswa khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan serta timbal balik,
  2. Untuk memperluas mahasiswa agar peka dan tanggap terhadap masalah masalah sosial yang ada di lingkungannya, dan sekaligus mampu memberikan alternatif atau cara pemecahannya,
  3. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya, mempelajarinya secara kritis-interdisipliner,
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

3.  Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

       Setelah definisi, dan tujuan, Ilmu Sosial dasar juga berkaitan dengan hal hal lain didalam masyarakat. Berikut ini merupakan Ruang Lingkup pembahasan dari Ilmu Sosial Dasar menurut buku yang saya baca.
  1. Adanya berbagai aspek pada kenyataan kenyataan yang bersama sama merupakan suatu masalah sosial sehingga biasanya suatu masalah sosial bisa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda beda,
  2. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola pola pemikiran dan pola pola tingkah laku, yang menyebabkan adanya pertentangan pertentangan maupun hubungan hubungan setia kawan dan kerjasama dalam masyarakat itu,
  3. Masalah masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan,
  4. Konsep konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.

         Mungkin hanya ini dulu informasi yang dapat saya berikan. Terima kasih yang telah berkunjung dan membaca postingan blog ini.






Daftar Pustaka 


  1. A.W. Widjaja 1986 Buku Ilmu Sosial Dasar, Pedoman Pokok-Pokok Bahasan dan Satuan Acara Perkuliahan Mata Kuliah Dasar Umum hal.66  CV.Akademika Presindo Jakarta,
  2. Drs.H.Abu.Ahmadi, 1991 Buku Ilmu Sosial Dasar hal.3 Rineka Cipta,
  3. Drs.H.Abu Ahmadi, dkk 1991. Buku Ilmu Sosial Dasar Edisi Revisi hal. 10-11 Rineka Cipta,
  4. Drs. Riswandi 1992, Buku Ilmu Sosial Dasar Dalam Tanya Jawab hal.10 Ghalia Indonesia,
  5. M.Munandar Soelaeman, 1989 Buku Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial hal.5 PT.Eresco Bandung 1989,
  6. Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. 1997. MKDU ILMU SOSIAL DASAR. Jakarta : Gunadarma.