Kamis, 13 Desember 2018

Kebudayaan Negara Jerman

       
Gambar terkait


      Halo para pengunjung blog, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca blog ini kali ini saya ingin memberi informasi mengenai budaya pada negara Jerman yang mungkin akan menjadi pembanding dengan negara kita tercinta ini. Secara singkat Jerman merupakan negara maju yang masyarakat nya sangat disiplin, dan uniknya pada saat hari minggu semua masyarakat Jerman bersantai dengan caranya sendiri - sendiri, semua toko tutup hanya ada minggu dengan ketenangan
 
    Jerman sering diberi gelar Das Land der Dichter und Denker (negeri penyajak dan pemikir) Kebudayaan orang-orang Jerman bermula lama sebelum pembentukan Jerman sebagai sebuah negara bangsa dan kini tersebar luas di seluruh alam Jerman. Dari dasarnya, kebudayaan di Jerman telah dibentuk oleh aliran-aliran pemikiran penting dan popular di Eropa, lalu ada dari segi keagamaan maupun sekular. Hasilnya, amat sukar untuk membedakan tradisi khusus Jerman daripada rangka kebudayaan Eropa yang lebih luas. Selain itu, beberapa tokoh bersejarah seperti Wolfgang Amadeus Mozart, Franz Kafka dan Paul Celan, walaupun mereka bukanlah rakyat Jerman di dalam pengertian zaman moden, perlu dilihat di dalam konteks lingkungan pengaruh budaya Jerman bagi menghayati dan memahami keadaan sejarah, karya dan juga hubungan sosial mereka.

        Beberapa komposer musik klasikal terkenal dunia adalah berketurunan Jerman, yaitu Ludwig van Beethoven, Johann Sebastian Bach, Johannes Brahms dan Richard Wagner. Di zaman moden pula, bakat-bakat dari Jerman turut merwarnai dunia musik dalam berbagai genre terutamanya pop dan juga rock. Artis-artis seperti Kraftwerk, Scorpions dan Rammstein tidak hanya bertumpu di Jerman, yang merupakan pasaran musik ketiga terbesar di dunia sehingga tahun 2005, malah turut mengembangkan pengaruh musik mereka di seluruh dunia.

         Jerman turut melahirkan banyak pelukis-pelukis terkemuka dunia yang berkarya dalam berbagai aliran kesenian. Antara nama-nama penting mengikut zaman ialah Hans Holbein Si Muda, Matthias Grünewald, dan Albrecht Dürer di Zaman Pembaharuan, Caspar David Friedrich di era romantisisme dan Max Ernst dari era surealisme. Sumbangan dalam seni bina termasuklah seni bina di zaman Carolongia dan juga Dinasti Otto, yang menjadi pelopor penting dalam seni bina Romanesque. Wilayah Jerman kemudiannya menjadi tapak penting penghasilan karya dalam berbagai gaya seperti seni bina gotik, seni bina Renaissance dan juga seni bina barok. Selepas itu, Jerman mengetuai pergerakan seni bina moden terutamanya melalui pergerakan Bauhaus yang diasaskan oleh Walter Gropius. Ludwig Mies van der Rohe, juga berasal dari Jerman, menjadi salah seorang arsitek ternama dunia di pertengahan kedua abad ke-20. Idea menggunakan gelas pada muka bangunan diajukan olehnya.






Daftar Pustaka

Peter James, 2007 Modern Germany Informa Company

Analisis Mengenai Suku Tengger

          
Hasil gambar untuk perkembangan suku tengger
   
        Halo para pengunjung blog, terima kasih karena telah mau meluangkan waktu untuk membaca blog saya. Kalau sebelumnya saya membahas tentang Ilmu Sosial Dasar, dan Masalah di Indonesia. Sekarang saya ingin membahas salah satu suku dari Indonesia yaitu suku Tengger.

          Suku Tengger atau juga disebut wong Tengger atau wong Brama adalah penduduk yang tinggal di dataran tinggi sekitar kawasan pegunungan Bromo. Penduduk suku Tengger menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Purbolinggo, dan Kabupaten Malang. Luas daerah Tengger kurang lebih 40 km dan utara ke selatan : 20-30 km, dan timur ke barat, diatas ketinggian antara 1000m - 3675m. Jumlah populasi penduduk yang telah dilakukan survey berjumlah 500.000 populasi, jumlah umat Hindu 10% dari jumlah populasi penduduk, sedangkan 50% umat Buddha, dan 40% beragama Islam.


Perkembagan Suku Tengger

     Perkembangan desa Tengger akibat pemekaran wilayah, disebabkan pertambahan jumlah penduduk, jarak serta jauhnya wilayah dengan dusun dusun yang lainnya, Namun demikian wilayah desa Tengger dapat dikenal dari simbolnya : logat bahasa (bahasa Jawa - Tengger), budaya, dan tempat sakral (Danyang,Sanggar,Petren), rumah dengan pawon, pakaian adat, pakaian Dukun dengan warna hitam-hitam dengan selempang kuning. Pakaian sehari - hari baik pria wanita menggunakan sarung, demikian pula wanita Tengger menggunakan sarung yang ujung ditalikan, tapih dan ikat kepala disebut ketu. Secara morfologis berkulit sawo-matang, sama dengan orang Jawa pada umumnya, hanya khusus pada anak-anak muda terlihat pipi agak kemerahan hal ini disebabkan suhu udara lingkungan dingin. Sifat masyarakatnya yang sederhana dan terbuka, menghargai orang lain dan merupakan indikasi kehidupan suku Tengger.


Kelahiran dan Masa Anak


Hasil gambar untuk anak suku tengger


        Setiap tahapan kehidupan manusia melalui beberapa ritual adat :
  1. Upacara sayut artinya upacara 7 bulan bayi dalam kandungan, orang Jawa disebut Mitoni, hal ini dimaksudkan agar bayi yang lahir dalam keadaan selamat dan berbudi luhur,
  2. Upacara kekerik atau cuplak puser artinya terima kasih kepada Sang Hyang Widhi bayi yang dikandung selamat,
  3. Upacara Tugel Kuncung (laki-laki) dan Tugel Gombak (perempuan) dengan pemotongan sedikit rambut dimaksudkan menjauhkan dari sengkala, karena usia tersebut manusia nmulai akil balik.

Kematian


Gambar terkait

        Masyarakat Tengger, seperti halnya suku Jawa mempunyai tempat atau area pemakaman (kuburan) yang dianggap sakral. Namun demikian teknik atau tata ruangnya pada suku Tengger pun terdapat perbedaan. Seperti pemakaman suku Tengger di Desa Wonokitri mempunyai cara bahwa pada lokasi mempunyai ruang untuk satu keturunan artinya "Sak Wadya Balane", sedangkan tanda nama ditaruh di bagian tepi. Makam Desa Sadaeng makam diberi rumah kecil atau dicungkup, sedangkan desa lain seperti Desa Ngadas, Poncokusumo, Gubuklakah, Mororejo pada makam lingkungan terbuka. Informasi dari bapak Supayadi (Dukun Wonokitri), dan bapak Mujono (Dukun Ngadas) menjelaskan penguburan mayat dilakukan dengan cara dipikul dengan bandhusa (keranda atau peti mati), sedangkan penguburannya, kepala menghadap selatan atau timur searah gunung Bromo..


Perkawinan

        Istilah perkawinan orang Tengger disebut Walagara dalam bahasa sanskerta wala (anak, bocah, lare), gara (rabi, kawin). Menurut Suyitno (2001) walagra merupakan perpanjangan dari wa (wadah, tempat), la (las, isi), ga (guwo, garba, perut, kandungan wanita, ibu, biyung), dan ra (tubuh, badan, raga). Proses perkawinan dimulai dari masa pacaran, atau dijodohkan dan kedua masing orang tua menghadap Petinggi dan Dukun untuk mencari hari baik menurut perhitungan Tengger Saptawara dan Pancawarna. Bulan yang tidak diperbolehkan untuk acara Walagara adalah bulan kapitu (ketujuh) dan kasanga (kesembilan), serta dengan perhitungan ramalan oleh Dukun apakah jatuh pada sandang, pangan, sakit atau kematian. Apabila perhitungan ramalan jatuh pada sakit atau kematian maka dapat dilakukan acara ritual yang disebut Ngepras, Ngepras artinya memohon Sang Hyang Widhi agar tempat tersebut dijauhkan dari sangkala.


Kepribadian Suku Tengger


Gambar terkait


         Di dalam kehidupan sehari hari orang tengger mempunyai kebiasaan hidup sederhana, rajin, dan damai. Mereka adalah petani. Ladang mereka di lereng - lereng puncak yang berbukit - bukit. Alat pertanian yang mereka pakai sangat sederhana, terdiri dari cangkul, sabit, dan semacamnya. Hasil pertaniannya itu terutama jagung, kopi, kentang, kubis, bawang prei, wortel, dsb. Kebanyakan mereka bertempat tinggal jauh dari ladangnya, sehingga harus membuat gubuk gubuk sederhana di ladangnya untuk berteduh sementara waktu di siang hari. Mereka bekerja sangat rajin dari pagi hingga petang hari di ladangnya. Pada umumnya masyarakat Tengger hidup sangat sederhana dan hemat. Kelebihan penjualan hasil ladang ditabung untuk perbaikan rumah serta keperluan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.






Daftar Pustaka

Jati Batoro, 2017 Keajaiban Bromo Tengger Semeru, Universitas Brawijaya Press (UB Press)

Minggu, 21 Oktober 2018

Masalah yang berkaitan Ilmu Sosial Budaya


PENGANGGURAN DI INDONESIA

Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan jumlah pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang dari 128,06 juta orang angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja ini bertambah 2,62 juta orang dibanding Agustus tahun lalu yang sebanyak 125,44 juta orang.

Adapun jika dihitung, angka pengangguran pada Agustus 2017 ini meningkat sekitar 10.000 orang jika dari total angkatan kerja pada Agustus 2016 yang mencapai 125,44 juta orang. Meski demikian, secara persentase angka tingkat pengangguran turun di mana pada Agustus tahun lalu 5,61%, dan pada Agustus 2017 menjadi 5,50%.

Jika dihitung lebih rinci lagi, pengangguran pada Agustus 2016 dari total angkatan kerja yang mencapai 125,44 juta orang, angka penganggurannya 5,61% atau 7,03 juta orang. Sedangkan pada Agustus 2017 jumlah angkatan kerja 128,06 juta dengan pengangguran 5,50% atau 7,04 juta orang.

Shuariyanto mengatakan, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 192,08 juta orang, di mana 128,06 juta orang merupakan angkatan kerja dan yang bekerja sebanyak 121,02 juta orang atau 7,04 juta orang pengangguran.

Angkatan kerja merupakan masyarakat yang tergolong di usia yang siap bekerja. Pada Agustus 2017 terdapat 192,08 juta orang yang masuk sebagai penduduk usia kerja. Dari total itu, terdapat 128,06 juta orang angkatan kerja dan 64,02 juta bukan angkatan kerja.

"TPT pada Agustus 2016 ke Agustus 2017 turun dari 5,61% ke 5,50%, tapi angka absolutnya naik sedikit 10 ribu, bisa dibayangkan dalam setahun itu jumlah angkatan kerja yang masuk adalah 3 juta, kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Pria yang diakrab disapa Kecuk ini menyebutkan, dari angkatan kerja yang jumlahnya 128,06 juta orang ini, sebanyak 121,02 juta merupakan pekerja, dan 7,04 juta orang merupakan pengangguran.

"Struktur tenaga kerjanya ini menunjukkan dari total berusia kerja 192,08 juta, 128,06 juta angkatan kerja, 64,02 juta bukan angkatan kerja, dari angkatan kerja 121,02 juta dan yang nganggur 7,04 juta orang," tambah dia.

Dia merinci, dari 121,02 juta orang yang bekerja pada Agustus 2017, sekitar 87,20 juta orang merupakan pekerja penuh, 24,68 juta orang pekerja paruh waktu, dan 9,14 juta orang setengah menganggur.


Menurut saya sebagai mahasiswa seharusnya penduduk Indonesia selain mempunyai mental untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, juga harus berpikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang nantinya akan mengurangi bahkan menghapus angka pengangguran. Karena di negara ini sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan bahkan gelar S1 pun masih rumit dalam hal mencari pekerjaan. Selain itu juga, akan lebih baik jika kualitas pendidikan di Indonesia dinaikkan agar menciptakan banyak calon pekerja yang kompeten dan professional yang dapat bekerja di luar negeri, yang nantinya dapat memajukan ekonomi bangsa Indonesia melalui VISA negara.



Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3715236/pengangguran-di-ri-bertambah-10000-jadi-704-juta-orang



Definisi, Tujuan, dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar


             Halo para pengunjung blog, ini merupakan pertama kalinya saya memublikasikan sebuah informasi didalam blog saya. Untuk postingan pertama ini saya ingin memberi anda informasi mengenai Ilmu Sosial Dasar.

             Sebelum kita mengetahui apa itu Ilmu Sosial Dasar, baik dari segi definisi, tujuan, maupun ruang lingkupnya. Saya ingin memberi informasi terlebih dahulu, Ilmu Sosial Dasar merupakan mata kuliah analisis atas aneka fenomena sosial masyarakat dengan segala dinamika dan implikasinya dari sudut pandang kajian dasar falsafah keilmuan.


1. Definisi Ilmu Sosial Dasar
     
        Menurut beberapa buku yang saya baca, saya menemukan tiga definisi dari beberapa tokoh tentang Ilmu Sosial Dasar :
  1. Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah menelaah masalah sosial, khususnya masalah masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmu sosial [ A.W. Widjaja 1986, buku Ilmu Sosial Dasar, Pedoman Pokok Pokok Bahasan dan Satuan Acara Perkuliahan Mata Kuliah Dasar Umum, CV. Akademika Presindo, Jakarta],
  2. Ilmu Sosial Dasar adalah gabungan dari disiplin ilmu ilmu sosial yang digunakan sebagai pendekatan, dan sekaligus sebagai sarana jalan keluar terhadap pemecahan masalah sosial [ Drs. Riswandi 1992, buku Ilmu Sosial Dasar Dalam Tanya Jawab, Ghalia Indonesia, Jakarta],
  3. Ilmu Sosial Dasar adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di perguruan tinggi, pengembangan ilmu sosial dasar ini sejalan dengan realisasi pengembangan ide, dan pembaruan sistem pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif [ Drs.H.Abu Ahmadi, 1991, buku Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta].  
      Dari ketiga tokoh yang telah menjelaskan definisi Ilmu Sosial Dasar tersebut dapat disimpulkan bahwa Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu yang menelaah menelaah masalah sosial, khususnya masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian dari berbagai bidang sebagai sarana jalan keluar terhadap pemecahan masalah sosial.


2. Tujuan dari Ilmu Sosial Dasar

       Selain mempunyai definisi, Ilmu Sosial Dasar juga mempunyai tujuan, menurut buku yang saya baca antara lain :
  1. Membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan penalaran yang lebih luas, dan ciri ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap mahasiswa khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan serta timbal balik,
  2. Untuk memperluas mahasiswa agar peka dan tanggap terhadap masalah masalah sosial yang ada di lingkungannya, dan sekaligus mampu memberikan alternatif atau cara pemecahannya,
  3. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya, mempelajarinya secara kritis-interdisipliner,
  4. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

3.  Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

       Setelah definisi, dan tujuan, Ilmu Sosial dasar juga berkaitan dengan hal hal lain didalam masyarakat. Berikut ini merupakan Ruang Lingkup pembahasan dari Ilmu Sosial Dasar menurut buku yang saya baca.
  1. Adanya berbagai aspek pada kenyataan kenyataan yang bersama sama merupakan suatu masalah sosial sehingga biasanya suatu masalah sosial bisa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda beda,
  2. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola pola pemikiran dan pola pola tingkah laku, yang menyebabkan adanya pertentangan pertentangan maupun hubungan hubungan setia kawan dan kerjasama dalam masyarakat itu,
  3. Masalah masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan,
  4. Konsep konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.

         Mungkin hanya ini dulu informasi yang dapat saya berikan. Terima kasih yang telah berkunjung dan membaca postingan blog ini.






Daftar Pustaka 


  1. A.W. Widjaja 1986 Buku Ilmu Sosial Dasar, Pedoman Pokok-Pokok Bahasan dan Satuan Acara Perkuliahan Mata Kuliah Dasar Umum hal.66  CV.Akademika Presindo Jakarta,
  2. Drs.H.Abu.Ahmadi, 1991 Buku Ilmu Sosial Dasar hal.3 Rineka Cipta,
  3. Drs.H.Abu Ahmadi, dkk 1991. Buku Ilmu Sosial Dasar Edisi Revisi hal. 10-11 Rineka Cipta,
  4. Drs. Riswandi 1992, Buku Ilmu Sosial Dasar Dalam Tanya Jawab hal.10 Ghalia Indonesia,
  5. M.Munandar Soelaeman, 1989 Buku Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial hal.5 PT.Eresco Bandung 1989,
  6. Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. 1997. MKDU ILMU SOSIAL DASAR. Jakarta : Gunadarma.